Minggu, 14 Mei 2017

“Jaga Idealisme Selalu Bang (Anies Baswedan)”

Adjie Surya Kelana
Mahasiswa FISIP Unand dan Anggota HMI Cabang Padang

Pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno resmi dinyatakan sebagai pemenang dalam pilkada DKI Jakarta sesuai keputusan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Hasil Real Count KPU memperlihatkan hampir 58% suara masyarakat DKI yang terdaftar sebagai pemilih menggunakan hak pilihnya untuk pasangan nomor urut 3 tersebut.

Kemenangan itu tidak luput dari perjuangan yang berat oleh kedua pasangan calon. Namun pada tulisan ini saya hanya akan berfokus kepada Anies Baswedan. Dengan latar belakang kesamaan organisasi menjadikan suatu hal yang menarik bagi saya untuk melihat bagaimana perjuangan Anies dalam dunia perpolitikan. Meskipun banyak terjadi kejanggalan dan opini kabur dalam setiap kegiatan kampanye, namun dideklarasikannya kampanye damai menjadi titik akhir dari setiap opini-opini rusak yang hampir tertanam dalam setiap pemikiran seluruh masyarakat di Indonesia pada umumnya.

Anies Baswedan orang yang sangat tenang, santai, namun tegas dalam setiap pengambilan keputusan. Idealisme sebagai seorang manusia yang memiliki hak-hak dan kewajiban untuk merdeka selalu tertanam dalam pribadi seorang Anies. Saya masih ingat ketika membaca sebuah buku tentang bagaimana peliknya masa-masa orde baru. Disaat itu, seluruh organisasi mahasiswa diharuskan untuk mengganti ideologi organisasi menjadi Pancasila. Namun idealisme yang tertanam tersebutlah yang membuat kepercayaan diri Anies untuk tetap melanjutkan Ideologi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai ideologi perjuangan.

Pada masa orde baru, siapapun yang melanggar aturan yang dibuat pemerintah maka akan dijamin bahwa hari-hari esok dan masa depannya tidak jelas. Bagi siapapun yang mendengar hal tersebut tentunya mau tidak mau mesti mengikuti apa aturan yang dibuat pemerintah. Namun bagaimana dengan Anies? Bersama kawan-kawan HMI MPO Anies tetap menjalankan roda organisasi dengan menempatkan ideologi HMI sebagai ideologi organisasi. Ancaman yang diberikan oleh pemerintah tidak menggetarkan jiwa mereka untuk terus melanjutkan roda perjuangan. Idealisme adalah harga diri terakhir yang mesti diperjuangkan.

Keputusan yang sangat sulit memang diambil oleh Anies Baswedan untuk bergabung dengan HMI MPO. Banyaknya para kader HMI yang mengganti ideologi menjadi pancasila tidak mematahkan semangat Anies untuk tetap bergabung dengan HMI MPO. Keyakinan dan kekuatan untuk tidak tergiur dengan masa depan cerah itulah prinsip teguh yang digunakan oleh Anies sejak berjuang menjadi seorang mahasiswa.

Sekarang Anies Baswedan sudah dipastikan sebagai Gubernur DKI Jakarta menggantikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang tinggal diresmikan melalui pelantikan pada oktober 2017. Menjadi kepala daerah bukanlah sesuatu yang mudah. Gonjang-ganjing tentang adanya para-para elit politik yang akan memanfaatkan seorang pimpinan selalu menghiasi dunia perpolitikan. Namun, melihat latar belakang seorang Anies Baswedan, tidak akan diragukan lagi bahwa kestabilan politik akan tercipta jika idealismenya yang saya banggakan selama ini tetap dipegang teguh oleh Anies. karena memang hanya idealisme itulah yang bisa membawa Anies tetap konsisten dan komitmen terhadap setiap rancangan visi misi yang telah dibangun saat masa-masa kampanye.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar